√ Pengertian DNS, Sejarah, Fungsi, Struktur Database & Cara Kerja

Posted on

Pengertian DNS, Sejarah, Fungsi, Struktur Database & Cara Kerja – Setiap kita akan membuka suatu situs pasti kita harus mengetikkan nama domain dari situs tersebut contohya ketika kita akan membuka youtube maka yang harus diketikkan di addres bar adalah www.youtube.com. Domain youtube tersebut berkaitan dengan DNS atau singkatan dari Domain Name Server.

Untuk itu, kali ini Studinews.co.id akan menjelaskan tentang DNS. Yang meliputi pengertia, fungsi, struktru database dan cara kerja DNS dengan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya mari simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Pengertian DNS, Sejarah, Fungsi, Struktur Database & Cara Kerja

Mari kita bahas pengertian DNS terlebih dahulu dengan seksama.

Pengertian DNS (Domain Name System)

Domain name system merupakan suatu sistem yang fungsinya melakukan terjemahan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya dari nama domain ke alamat IP. Sehingga host komputer mengirimkan queries dalam bentuk nama kompuer dan domain name server yang selanjutnya dipetakan ke dalam alamat IP oleh DNS.

Sejarah DNS (Domain Name System)

DNS ditemukan di tahun 1983 oleh Paul Mockatpetris, dengan spesifikasi awal RFC 882 dan 883. Empat tahun kemudian di tahun 1987, spesifikasi DNS dikembangkan menjadi RFC 1034 dan RFC 1035.

DNS berfungsi untuk melakukan komunikasi data di jaringan internet yang sangatlah luas. Sebelum ditemukan DNS, dulu dipakai file HOST TXT dari SRi pada semua komputer yang tersambung ke jaringan untuk melakukan pemetaan alamat ke suatu nama.

Baca Juga:  √ Pengertian Proxy Beserta Fungsi & Cara Kerjanya (Bahas Lengkap)

Tetapi sistem tersebut memiliki keterbatasan, karena setiap kali satu alamat komputer berubah, sistem yang berkaitan dengan komputer tersebut harus melakukan update file HOST.

TXT dari SRI pada semua komputer yang terhubung dengan jaringan untuk melakukan pemetaan alamat ke suatu nama. Tetapi sistem ini mempunyai keterbatasan, karena setiap kali satu alamat komputer berubah, sistem yang berkaitan dengan komputer tersebut harus menjalankan update file HOST. Terbatasnya ini kemudian digenapi dengan hadirnya DNS.

Fungsi DNS (Domain Name System)

DNS mempunyai fungsi yang khusus dalam jaringan internet. Dibawah ini beberapa fungsi dari DNS, yaitu:

1. Menjalankan Identifikasi alamat komputer dalam sebuah jaringan.
Masing-masing komputer terhubung dengan jaringan Internet pasti mempunyai alamat IP tersendiri. Dengan adanya DNS, maka jaringan internet kemudian bisa memetakan komputer tersebut sebagai bagian kecil yang terkait dalam jaringan.

2. Sebagai penyedia alamat IP untuk setiap host
Pada dasarnya, masing-masing pengembang website memerlukan suatu host supaya websitenya bisa diakses kalangan umum. Dengan adanya DNS, alamat IP dari setiap host akan bisa teridentifikasi menjadi setiap host akan mempunyai alamat IP-nya masing-masing.

3. Melakukan pendataaan server email
Masing-masing dari server mail bekerja baik untuk menerima atau meneruskan suatu email, maka data-datanya akan dimonitor oleh DNS.

4. Menstranskripsikan nama domain menjadi IP addres
Setiap website di internet mempunyai nama domain sendiri, seperti .com, .org, .id dan sebagainya. Melalui browser seringkali yang terlihat adalah alamat suatu situs berupa domainnya. DNS bisa menerjemahkan domain menjadi IP addres dan sebaliknya.

5. Mempermudah user untuk tidak harus mengingat alamat IP
Apabila tidak ada DNS, maka jaringan tidak akan mampu mengakses alamat yang diketikkan pada web browser. Seperti saja ketika kita ingin mengakses www.google.com tanpa adanya DNS, komputer tidak bisa menemukan halaman Google karena alamat IP belum teridentifikasi.

Baca Juga:  √ Pengertian Media Sosial, Fungsi, Ciri dan Jenisnya (Lengkap)

Struktur Database DNS

DNS bisa dinamakan juga sebagai suatu database yang terdistribusi dengan memakai konsep clien tdan server. Ada sebuah server yang mengandung berbagai informasi yang bisa diberikan pada client yang memakainya.

Struktur database DNS bisa diibaratkan sebagai struktur tree terbalik, dengan puncaknya dalam bentuk root node. Dalam masing-masing node pada tree, ada keterangan seperti .org, .com, .edu, dan sebagainya yang relatif ada puncak root node. Apabila dalam sistem UNIX puncak hirarki dinotasikan dengan “/”, pada DNS dinotasikan dengan “.”.

Cara Kerja DNS (Domain Name System)

Untuk diketahui bahwa pengelola DNS terdiri dari tiga komponen, yakni:

  • DNS resolver: Merupakan klien yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi.
  • Recursive DNS Server: Adalah pihak yang menjalankan pencarian melalui DNS menurut permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
  • Authoritative DNS server. Pihak yang memberikan respon setelah recursive menjalan pencarian. Respon bisa dalam bentuk suatu jawaban ataupun delegasi ke DNS server lainnya.

Untuk melakukan tugasnya, server DNS membutuhkan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan masing-masing komputer user dengan server DNS. Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk menghubungkan ke server DNS, kita harus menginstal web browser atau mail client pada komputer kita. Berikut ini adalah cara kerja dari DNS.
Cara Kerja DNS

Dari gambar diatas, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS adalah sebagai berikut:

  1. DNS resolver menjalankan pencarian alamat host pada file HOST. Apabila alamat host yang dicari telah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
  2. DNS resolver menjalankan pencarian pada data cache yang telah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Jika ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya dibeirkan dan selesai.
  3. DNS resolver menjalankan pencarian pada alamat server DNS pertama yang sudah ditentukan oleh pengguna.
  4. Server DNS diberikan tugas untuk mencari nama domain pada cache-nya.
  5. Jika nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
  6. Jika masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Apabila telah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).
Baca Juga:  √ Pengertian Intranet, Fungsi, Manfaat dan Contohnya (Lengkap)

Sehingga, apabila apa yang dicari di server DNS pertama kali ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas. Perlu dicatat, pencarian dari client ke beberapa server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian literatif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

Itulah yang bisa saya sampaikan tentang Pengertian DNS, Sejarah, Fungsi, Struktur Database & Cara Kerja semoga dapat menambah wawasan kalian. Terimakasih telah berkunjung di blog kami dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya.

5 (100%) 6 votes