√ Pengertian Deflasi, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Posted on

Pengertian Deflasi, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasinya – Pada kesempatan kali ini, studiNews akan menjelaskan tentang pengertian deflasi, jenis-jenisnya, penyebabnya, dampak serta cara mengatasinya. Yang akan dibahas secara jelas dan terperinci. Untuk mengetahuinya marilah kita simak penjelasan berikut ini:

Pengertian Deflasi, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Mari kita bahas pengertian deflasi terlebih dahulu dengan seksama.

Pengertian Deflasi

Dalam dunia ekonomi ada dua istilah yakni inflasi dan deflasi. Meski keduanya sama-sama berkaitan dengan harga barang, namun inflasi dan deflasi memiliki arti yang berbeda. Inflasi merupakan sebuah fenomena dimana harga suatu barang mengalami kenaikan secara terus menerus dalam waktu yang singkat.

Sedangkan deflasi merupakan sebuah fenomena dimana harga suatu barang mengalami penurunan secara terus menerus dalam jangka waktu atau periode yang sangat singkat. Selain itu, turunnya harga suatu barang akan diikuti oleh turunnya upah tenaga kerja.

Baca Juga:  √ 10 Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli Lengkap

Pengertian Deflasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian deflasi menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

1. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Deflasi adalah penambahan nilai mata uang yang juga diikuti dengan penurunan jumlah produksi, sulitnya lapangan kerja, dan rendahnya daya beli masyarakat.

2. Menurut Stacia E. H. Sitohang

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi yang mana secara umum harga barang mengalami penurunan.

3. Wikipedia

Deflasi adalah satu periode dimana harga barang secara umum mengalami penurunan dan nilai uang bertambah. Deflasi kebalikan dari inflasi. Inflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak, sedangkan deflasi terjadi karena jumlah uang yang beredar terlalu sedikit.

Jenis-Jenis Deflasi

Berdasrakan proses terjadinya, deflasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

1. Deflasi Strategis

Derflasi strategis yaitu deflasi yang terjadi karena penerapan kebijakan pengendalian terhadap gejala konsumsi berlebihan demi mengkonsumsi kenaikan harga pasar.

2. Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi adalah deflasi yang terjadi pada saat transisi dari kesuksesan perekonomian menjadi kemerosotan perekonomian. Pada deflasi ini terjadi ketidakseimbangan antara daya produksi dan konsumsi sehingga harga pasar pun mengalami penurunan.

Penyebab Deflasi

Adapun penyebab terjadinya deflasi karena beberapa faktor, yaitu:

1. Menurunnya Jumlah Uang Yang Beredar Di Masyarakat

Menurunnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat menjadi penyebab terjadinya deflasi. Hal ini terjadi karena banyak orang yang tergiur dengan bunga bank yang tinggi. Dan mereka menabung beramai-ramai uangnya ke bank sehingga jumlah uang yang beredar dalam masyarakat berkurang.

2. Naiknya Jumlah Barang Di Pasar

Biasanya produsen yang tidak memiliki perhitungan atau orientasi yang tepat, akan terus melakukan produksi barang. Sehingga tidak memikirkan lagi jumlah permintaan barang tersebut. Jika permintaan masyarakat terhadap barang tersebut berkurang, maka produsen akan kebingungan jika barang belum banyak terjual. Sehingga harga barang secara otomatis akan mengalami penurunan karena jumlah barang banyak sedangkan permintaan sedikit.

Baca Juga:  √ Pengertian Konsolidasi, Ciri dan Tujuannya (Pembahasan Lengkap)

3. Permintaan Barang menurun

Seperti yang kita ketahui bahwasanya konsumen memiliki sifat alami, yakni mudah bosan. Pada saat konsumen merasa bosan dan sudah tidak tertarik lagi , maka jumlah permintaan barang akan menurun. Apalagi jika konsumen memilih menyimpan uangnya di bank untuk persiapan masa depan, maka secara otomatis permintaan suatu barang sangat menurun.

Pengaruh dan Dampak Deflasi

Deflasi juga memiliki dampak positif dan negatif kepada masyarakat. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Dampak Positif

  • Dapat membiasakan konsumen untuk dapat berhemat
  • Nilai mata uang akan semakin menguat
  • Masyarakat terdorong untuk menabung demi memenuhi kebutuhan mereka

2. Dampak Negatif

  • Banyak orang yang kehilangan pekerjaannya
  • Kegiatan perekonomian akan sedikit mengalami penurunan
  • Pendapatan negara akan berkurang karena proses pemungutan pajak tidak berjalan dengan maksimal
  • Suku bunga di suatu negara akan menjadi 0% dan diikuti dengan penurunan suku bunga pinjaman di bank
  • Lesunya kegiatan di sektor riil maupun di lantai bursa yang akan mempersulit kegiatan perekonomian karena tidak ada kegiatan bisnis yang berjalan
  • Kesempatan untuk bekerja berkurang
  • Jumlah produksi yang menurun, karena jumlah permintaan dan daya beli masyarakat yang berkurang sehingga sebagian tenaga kerja harus di berhentikan.

Cara Mengatasi Deflasi

Adapun cara mengatasi deflasi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menurunkan Tingkat Suku Bunga

Poin pertama untuk mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tujuannya untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan memilih untuk menyimpan uang nya sendiri, dan keinginan untuk membeli barang akan meningkat.

2. Menerapkan Kebijakan Moneter

Selanjutnya adalah dengan menerapkan kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan bank Sentral dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah politik diskonto yakni kebijakan dalam bentuk menurunkan suku bunga. Sehingga masyarakat akan menarik uang nya di bank.

Baca Juga:  √ Pengertian Investasi Jangka Panjang, Tujuan, Jenis, Bentuk & Contoh

3. Menerapkan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal ini merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

4. Menerapkan Kebijakan Non Moneter

Kebijakan ini sangat efektif dalam mengatasi masalah deflasi karena mengandung sejumlah langkah yang dapat menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Deflasi, Jenis, Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya. Semoga dapat bermanfaat. Sekian dan terimakasih.

5 (100%) 8 votes