√ Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya

Posted on

Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya – Pada kesempatan kali ini StudiNews akan membahas mengenai kebijakan moneter yang mencakup pengertian kebijakan moneter, fungsi kebijakan moneter, jenis dan yang terakhir adalah tujuannya.

Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya

Untuk mengetahui pembahasannya langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter secara umum adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Sentral untuk mengelola persediaan uang suatu negara demi mencapai tujuan tertentu. Seperti menjaga stabilitas nilai mata uang dan meningkatkan kesempatan kerja. Kebijakan moneter juga dapat diartikan sebagai upaya pemerintah untuk mengendalikan perekonomian makro agar kondisinya lebih baik dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli

Adapun pengertian menurut para ahli

1. Boediono

Kebijakan moneter adalah suatu tindakan pemerintah (Bank Sentral) untuk mempengaruhi situasi makro yang dilaksanakan yakni dengan cara keseimbangan antara persediaan uang dengan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan ataupun distribusi barang.

2. M. Natsir

Kebijakan moneter merupakan Seluruh tindakan atau upaya Bank Sentral untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter (uang beredar, suku bunga, suku bunga kredit, dan nilai tukar) untuk mencapai sasaran yang diinginkan.

Baca Juga:  √ Pengertian Konsolidasi, Ciri dan Tujuannya (Pembahasan Lengkap)

3. Muana Nanga

Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang dilakukan oleh otoritas moneter dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar (money supply) dan tingkat bunga (interest rates) untuk mempengaruhi tingkat permintaan agregat (aggregate demand) serta mengurangi ketidakstabilan dalam perekonomian.

Fungsi Kebijakan Moneter

Adapun fungsi kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Sentral diantaranya adalah

  • Berfungsi untuk menjaga iklim investasi dalam suatu negara.
  • Dapat membantu meningkatkan stabilitas pertumbuhan ekonomi di suatu negara.
  • Untuk menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
  • Membantu meningkatkan neraca pembayaran.
  • Menjaga keseimbangan harga barang dan jasa.
  • Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.
  • Untuk mengendalikan laju inflasi pada suatu negara.

Jenis-Jenis Kebijakan Moneter

Adapun kebijakan moneter yang berlaku di Indonesia terbagi menjadi 2 jenis yakni

1. Kebijakan Kontraktif

Yakni suatu kebijakan yang membatasi jumlah uang yang beredar karena adanya inflasi yang tinggi.

2. Kebijakan Ekspansif

Yakni suatu kebijakan yang menambah jumlah uang beredar dimana tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat ketika perekonomian sedang turun.

Instrumen Kebijakan Moneter

Di dalam pelaksanaan kebijakan moneter, Bank Sentral memanfaatkan berbagai instrumen keuangan. Adapun instrumennya adalah sebagai berikut:

1. Instrumen Langsung

  • Penetapan Suku Bunga
    Yakni mencakup penetapan tingkat suku bunga simpanan atau suku bunga pinjaman Bank oleh Bank Indonesia.
  • Penetapan Pagu Kredit
    Yakni ketentuan jumlah maksimum kredit yang dapat disalurkan oleh pihak perbankan.
  • Rasi Likuiditas
    Yakni suatu kewajiban Bank Umum untuk menjaga mata uang tertentu dalam bentuk persen, dan untuk menghimpun dana bagi pembiayaan anggaran pemerintah.
  • Kredit Langsung
    Yakni kewajiban Bank Umum untuk memberikan kredit kepada sektor tertentu.

2. Instrumen Tidak Langsung

  • Operasi Pasar Terbuka (OPT)
    Yakni aktivitas jual beli surat berharga oleh Bank Sentral dan Valas di pasar valas. OPT dilakukan untuk mempengaruhi tingkat suku bunga, inflasi, likuiditas rupiah, dan nilai tukar.
  • Discount Facility (DF)
    Yakni instrumen kebijakan moneter yang mempengaruhi peredaran uang di masyarakat melalui penetapan diskonto pinjaman Bank Sentral kepada Bank Umum. Tujuannya untuk mengurangi permintaan kredit dari Bank dan membatasi peredaran uang.
  • Reserve Requirement (RR)
    Yakni kewajiban Bank Umum untuk menyimpan cadangan wajib (RR) dari dana pihak ke tiga di Bank Sentral sehingga dapat mempengaruhi kemampuan Bank Umum dalam menyalurkan kredit.
Baca Juga:  √ Pengertian Promosi, Tujuan, Fungsi, Jenis, Manfaat & Contohnya

Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya

Tujuan Kebijakan Moneter

Tujuan utama dari kebijakan moneter adalah untuk mencapai ekonomi makro yang lebih stabil. Adapun tujuannya secara lebih rinci diantaranya adalah

  • Mengedarkan mata uang Rupiah sebagai alat tukar dalam kegiatan ekonomi.
  • Menjaga stabilitas antara kebutuhan ekonomi dan tingkat harga.
  • Mengoptimalkan distribusi likuiditas untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
  • Menjaga stabilitas harga di pasar dengan mengendalikan tingkat inflasi yang terjadi.
  • Mempertahankan stabilitas ekonomi dengan menggunakan arus barang dan jasa produktivitas.
  • Menjaga stabilitas neraca perdagangan kerja masyarakat dengan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor.
  • Membantu meningkatkan kesempatan kerja dengan cara meningkatkan investasi sehingga lapangan kerja baru terbuka.

Demikianlah penjelasan kita kali ini mengenai Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂

√ Pengertian Kebijakan Moneter, Fungsi, Jenis, Instrumen & Tujuannya
5 (100%) 9 votes