Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya

Posted on

Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya – Apakah anda sudah pernah mendengar istilah dari demokrasi liberal. Pada kesempatan kali ini Studi News akan menjelaskan mengenai Demikrasi liberal yang meliputi pengertian, ciri dan tujuannya. Mari simak penjelasan berikut.

Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya

Mari kita bahas bersama menegenai pengertian demokrasi liberal terlebih dahulu.

Pengertian Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal adalah system dalam politik yang mana melindungi secara konstitusional dari berbagai hak tehadap setiap Individu dalam kekuasaan pemerintah.

Tedapat berbagai keputusan dari orang banyak (Mayoritas) di tetapkan yang mana pada sebagian besar dalam bidang-bidang kebijakan pemerintah dibawah pembatasan-pembatasan yang memiliki tujuan keputusan pemerintah tersebut tidak melanggar kemerdekaan dan berbagai dari Hak Individu sebagaimana yang telah tercantum di dalam konstitusi.

Latar Belakang Demokrasi Liberal

Setelah RIS di bubarkan, pada tahun 1950 RI Melaksanakan demokrasi parlementer yang Liberal yang mana mencontoh sistem parlementer yang ada di barat, dan masa ini disebut juga dengan Masa demokrasi Liberal.

Indonesia terbagi atad 10 Provinsi yang mana memunyai otonomi yang berdasarkan Undang – undang Dasar Sementara pada tahun 1950 yang juga bernafaskan liberal.

Akibat dari pelaksanaan konstitusi tersebut, pemerintahan RI dijalankan dalam suatu dewan menteri (kabinet) dipimpin oleh seorang perdana menteri yang bertanggung jawab terhadap parlemen (DPR).

Ciri – Ciri Demokrasi Liberal

  • Menganut paham demokrasi terhadap sistem pemerintahannya serta tertuang dalam konstitusi
  • Pemimpin negara dan wakil rakyat dalam lembaga pemerintahan diganti dan dipilih dari suara rakyat
  • Terdapat wakil rakyat yang masuk kedalam lembaga pemerintahan yang bertanggung jawab guna melakukan pengawasan serta membatasi kekuatan dari pemimpin negara
  • Kekuasaan tak hanya berpusat dalam satu pemegang kekuasaan
  • Proses pengambilan terhadap suatu keputusan lebih cenderung melambat, hal ini dikarenakan oleh kekuasaan yang tidak berpusat di satu pemegang kekuasaan.
  • Kekuasaan negara berada di parlemen
  • Peraturan undang-undang memunyai batasan terhadap kekuasaan lembaga eksekutif
  • Kekuasaan lembaga eksekutif juga dibatasi secara konstitusional
  • Pengambilan sebuah keputusan berasal dari suara mayoritas
  • Pengambilan keputusan yang dijalankan melalui cara perhitungan suara terbanyak atau voting.
  • Negara yang menganut sistem demokrasi liberal tak akan membuat agama yang dijadikan sebagai landasan hukum dan sosial
  • Kebebasan yang sama diberikan setiap masing-masing etnis serta agama yang ada dalam memperjuangkan kepentingan mereka
  • Alokasi sumber daya alam, sumber daya manusia serta negara dapat dikontrol dengan baik
Baca Juga:  √ Naturalisasi : Pengertian, Proses, Syarat dan Jenis-jenisnya

Tujuan Demokrasi Liberal

  • Menciptakan Iklim Kebebasan Di Tengah Masyarakat
  • Mencegah Pemerintah Yang Otoriter
  • Meningkatkan Kreativitas Dan Inovasi Untuk Negara
  • Memajukan Kondisi Perekonomian Negara

Negara Yang Menganut Demokrasi Liberal

1. Asia

  • India
  • Israel
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Taiwan

2. Eropa

  • Islandia
  • Switzerland

3. Amerika Utara

  • Kanada
  • Meksiko
  • Amerika Serikat

4. Amerika Selatan

  • Argenitina
  • Brazil
  • Chili

5. Australia
6. Selandia Baru
7. Afrika Selatan

Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya

Kelebihan Demokrasi Liberal

  • Tingkat kebebasan di setia individu menjadi lebih tinggi.
  • Tingkat pendapatan di setiap penduduk juga menjadi lebih tinggi.
  • Penyalahgunaan terhadap kekuasaan oleh pemerintah menjadi berkurang.
  • Tingkat kesiapan untuk menang dalam perang menjadi semakin tinggi.
  • Fokus terhdap rencana jangka pendek negara.
  • Mendorong untuk perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi (iptek).

Kekurangan Demokrasi Liberal

  • Tingkat individualitas menjadi lebih meningkat.
  • Kebebasan pergaulan di usia dini.
  • Tidak terfokuskan terhadap rencana jangka panjang negara.
  • Kurangnya demokrasi langsung dalam pengambilan keputusan.
  • Dapat terjadi monopoli dalam kekuasaan terhada kaum borjuis.
  • MEmungkinkan untuk terjadinya konflik etnis dan agama lebih tinggi.
  • Serangan terorisme menjadi lebih tinggi.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai Demokrasi Liberal : Pengertian, Ciri, dan Tujuannya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.