Metamorfosis Capung : Pengertian, & Proses Tahapannya

Posted on

Metamorfosis Capung : Pengertian, & Proses Tahapannya – Apakah anda mengetahui tahapan metamorfosis dari capung ? Pada kesempatan ini Studi News akan menjelaskan mengenai metamorfosis pada capung yang akan dibahas secara lengkap dan spesifik. Mari simak pembahsan berikut ini.

Metamorfosis Capung : Pengertian, & Proses Tahapannya

Mari kita bahas pengenai perngertian metamorfosis capung terlebih dahulu.

Pengertian Metamorfosis Capung

Metamorfosis yang terjadi pada capung sebenarnya sama dengan metamor fosis pada jangkrik yang merupakan metamorfosis tidak sempurna. Capung adalah kelompok serangga yang termasuk kedalam bangsa Odonata.

Odonata sendiri yaitu salah satu ordo dari serangga yang sejak awal berbeda dalam penentuannya dari ordo serangga lain. Apabila orde serangga lain di golongkan berdasarkan dengan sayapnya, namun berbeda dengan odonata yang mana digolongkan berdasarkan giginya.

Kepala capung biasanya dipenuhi dengan dua mata besarnya capung dan juga pada bagian wajah lainnya. Thorax atau dada capung tidak bisa dilipat sebab pada sisinya ada 4 sayap yang panjang. Sedangkan pada bagian perutnya cenderung abdomen atau mempunyai 10 segmen.

Capung mempunyai bentuk sayap yang khas yaitu memiliki bentuk lonjong atau memanjang serta tembus pandang, terkadang mempunyai warna yang menarik seperti coklat kekuningan, hijau, biru, atau merah.

Proses Metamorfosis Capung

1. Tahapan Telur

Sebelum melalui tahapan ini, biasanya capung beterbangan di udara yang mana hal ini berguna untuk melakukan perkawinan. Proses ini berlangsung cukup panjang yang mana sampai akhirnya capung betina berhasil bertelur. Pada saat mengeluarkan telur, induk capung akan mencari tempat khusus untuk meletakkan telurnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Bakteri, Fungsi, Manfaat, Ciri, Jenis dan Dampaknya

Pada umumnya, mereka akan menempelkan telur-telurnya tersebut di atas permukaan tanaman yang berada di dekat air. Tanaman yang dipilih pun tidak asal. Umumnya si induk capung ini akan mencari tempat yang bersih dari polusi.

Ia juga akan memastikan bahwa ada banyak mikroorganisme yang ada dalam air yang bisa dimakan oleh larva Capung. Dalam sekali bertelur, induk Capung bisa mengeluarkan terlurnya sebanyak sekitar 100.000 butir telur.

Bagi yang belum mengetahu bagaimana bentuk dan kondisi dari telur capung berikut merupakan penjelasannya. Kebanyakan telur capung ini diselimuti dengan lendir dimana akan terasa licin pada saat dipegang.

Tak hanya itu telur capung ini juga akan menetas dalam waktu dua hingga tujuh hari yang mana tergantung dengan kondisi iklim tempat telur itu berada. Apabila cuaca atau iklimnya ini dingin maka memerlukan waktu lebih lama untuk telur capung ini menetas.

2. Tahapan Larva Capung

Kemudian, jika telur-telur ini sudah menetas, maka larva capung akan hidup dan berkembang di dasar air. Yang mana untuk Larva capung  bernafas di air yang dibantu dengan bantuan insang internal.

Dalam hal ini meskipun ia adalah suatu hewan air, namun pada fase ini larva capung masih bisa hidup apabila dipindahkan ke darat berjam-jam lamanya.

Selama berlangsungnya fase tersebut, maka larva capung ini akan berganti kulit setiap kali hingga mereka mengalami metamorfosis menjadi nimfa.

3. Tahapan Nimfa

Ketika telur capung sudah menetas, nimfa keluar dari cangkang telur yang selanjutnya akan masuk ke dalam dasar perairan yang dangkal. Nimfa capung termasuk dalam golongan karnivora yang sangat ganas.

Disini ia akan memakan semua mikroorganisme yang ada di perairan seperti ganggang, berudu (larva katak), anak ikan, serta mempredasi temannya sendiri. Agar dapat bertahan hidup di air, nimfa capung ini bernapas dengan menggunakan insang yang berada pada bagian ujung perutnya.

Baca Juga:  Tulang Selangka : Pengertian, Fungsi, Letak, & Perlekatannya

Ketika sedang berada di perairan, nimfa capung ini akan terus tumbuh dan berkembang. Ia juga akan mengalami 8 sd 12 ganti kulit (ekdisis) dengan tiap tahapan yang disebut juga dengan instar.

Pada proses metamorfosis capung ini, stadium nimfa yaitu stadium yang menghabiskan waktu paling banyak. Stadium nimfa sendiri dapat menghabiskan waktu hingga 4 minggu sd 4 tahun. Lamanya stadium nimfa sangat dipengaruhi dengan spesies serta lingkungan tempat yang digunakan untuk hidup.

Metamorfosis Capung : Pengertian, & Proses Tahapannya

4. Tahapan Imago (Capung Dewasa)

Ketika sudah melewati fase nimfa yang panjang, metamorfosis capung kemudian berlanjut dengan stadium imago. Nimfa capung ini sebelumnya terdapat di dasar perairan secara perlahan yang mana akan merayap keluar melalui ranting dedaunan tumbuhan air.

Imago sendiri keluar dengan cara melepaskan kulit terakhirnya dari nimfa yang disebut juga dengan exuvia. Pada fase peralihan dari nimfa ke imago ini, kondisi dari capung ini menjadi sangat lemah.yang mana ia sangat rawan dimangsa oleh para aves, pisces, dan hewan insektivora yang lain.

Awal dari fase imago, capung sudah mempunyai 2 pasang sayap, toraks, serta abdomen sama dengan pada capung dewasa. Namun hanya saja memiliki tubuh yang sangat lunak. Capung sudah bisa terbang serta mencari mangsa kesana kemari. Disini capung akan berubah tumbuh menjadi capung dewasa dan ia akan menghabiskan usianya yang hanya berlangsung selama kurang lebih 2 sd 4 bulan.

Selanjutnya capung akan kembali bereproduksi, kawin dengan pasangannya serta akan kembali meletakan telur-telur capung baru di dedaunan yang berguna dalam melanjutkan proses metorfosis selanjutnya.

Itulah Pembahasan mengnai Metamorfosis Capung : Pengertian, & Proses Tahapannya dari kami, semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan anda.