Pengertian Zakat : Jenis, Hukum Memberi, dan Penerima Hak

Posted on

Pengertian Zakat : Jenis, Hukum Memberi, dan Penerima Hak – Apakah anda pernah mendengar istilah zakat ? lantas apa itu zakat ? Pada kempatan yang membahagiakan ini Studi News akan menjelaskan menganai apa yang dimaksud dengan zakat yang meliputi atas jenis zakat, hukum memberi zakat dan penerima hak zakat. Untuk penjelasannya mari simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Zakat : Jenis, Hukum Memberi, dan Penerima Hak

Pengertian dari Zakat adalah sejumlah harta yang mana harta tersebut wajib dikeluarkan oleh mereka yang beragama Islam dengan mengeluarkan  atau memberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya, misalnya yaitu seperti pada fakir miskin dan semacamnya, yang mana hal ini sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh syariah. Secara bahasa, arti dari zakat yaitu bersih, suci, berkat, serta berkembang

Tak hanya itu, zakat sendir termasuk dalam rukun Islam serta termasuk dalam salah satu unsur yang paling penting untuk  menegakkan syariat Islam. Maka dari itu hukum zakat yaitu wajib bagi umat muslim yang mana sudah memenuhi beberapa syarat tertentu. Zakat termasuk dalam bentuk ibadah yang mana seperti sholat, puasa, dan lain sebgainya yang mana sudah diatur berdasarkan Al-quran dan Sunah.

Jenis-Jenis Zakat

Zakat sendiri terbagi atas dua jenis, yakni zakat fitrah serta zakat maal. Dibawah ini merupakan penjelasan kedua jenis zakat tersebut :

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah atau juga zakat Nafs (jiwa), Yaitu salah satu jenis zakat yang mana hal ini wajib dilakukan oleh setiap umat muslim pada saat menjelang Idul Fitri yaitu pada bulan suci Ramadan. Zakat fitrah bertujuan agar membersihkan diri yang mana dilakukan dengan cara memberikan beras maupun makanan pokok untuk orang yang berhak atau yang membutuhkan.

Baca Juga:  Pengertian Akhlak : Tujuan, macam dan Contohnya

Besar zakat yang diberikan untuk zakat fitrah ini yaitu minimal 2,5 kilogram atau bisa juga 3,5 liter makanan pokok pada daerah-daerah tertentu. Di Indonesia sebagai contohnya, yang mana makanan pokoknya adalah nasi, maka zakat fitrah yang dapat diberikan kepada yang mereka berhak atau orang bagi yang membutuhkan yakni bisa dalam bentuk beras sebanyak 3,5 liter atau minimal 2,5 kg.

2. Zakat Maal

Zakat maal (Zakat harta) yakni salah satu jenis zakat yang mana pemberian zakat berasal dari pendapatan umat Islam, seperti hasil dari perdagangan, laut, ternak, dan lain sebaginya. Setiap jenis dalam penghasilan umat Islam ini dihitung dengan caranya tertentu.

Menurut UU No. 38 Tahun 1998 Menganai Pengelolaan Zakat, disini pengertian dari zakat maal yakni sejumlah harta yang mana berasal dari seorang muslim atau suatu organisasi milik dari muslim yang selanjutnya disisihkan bagi mereka yang membutuhkan yang sesuai dengan syariat Islam.

Hukum Memberi Zakat

Seperti dengan pembahsan diatas tentang arti zakat, zakat yakni termasuk dalam salah satu rukun Islam serta termasuk dalam salah satu unsur utama dalam berdirinya syariat Islam.

Maka dari itu, hukum dari zakat yaitu wajib tanpa pengecualian kepada seluruh umat Islam yang mampu. Ada jug yang menybutkan bahwa zakat yaitu kewajiban individu (fardhu ‘ain) yang mana hal ini dikeluarkan oleh seluruh umat muslim yang mempunyai harta (Bagi mereka yang mampu)

Zakat ini selanjutnya dikumpulkan oleh petugas zakat tertentu, kemudian akan diserahkan kepada mereka berhak untuk menerima zakat.

 Allah  Swt berfirman mengenai zakat yaitu dalam QS At Taubah : 103 ;

Pengertian Zakat : Jenis, Hukum Memberi, dan Penerima Hak

Penerima Hak Zakat

Selanjutnya kita akan membahas mengenai siapa saja orang yang berhak untuk menerima zakat tersebut. Berdasarkan dengan kaidah Islam bahwa terdapat 8 golongan yang berhak untuk menerima zakat, berikut penjelasnnya:

  1. Fakir : Yaitu golongan masyarakat yang mana hampir tidak mempunyai apapun sehingga disini dirinya tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan utama pada kehidupannya.
  2. Miskin : Merupakan orang dengan harta yang sangat sedikit namun disini mereka masih mampu untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  3. Amil : Merupakan orang yang mengumpulkan zakat serta yang membagikannya bagi orang yang berhak.
  4. Mu’allaf : Merupakan orang yang baru saja masuk agama Islam serta masih memerlukan bantuan untuk menyesuaikan kondisi hidupnya.
  5. Gharimin : Yang mana merupakan orang yang mempunyai tagngguhngan hutang guna mencukupi kebutuhannya sehari-hari yang mana kebutuhan tersebut halal namun ia tidak mampu dalam membayar tanggungan hutang tersebut.
  6. Fisabilillah : Yaitu seorang yang mana ia sedang berjuang di jalan Allah. Contohnya yaitu pendakwah, orang yang negaranyasedang  mengalami sebuah peperangan, dan lain-lain.
  7. Ibnus Sabil : Merupakan orang yang sedang mengalami kehabisan uang pada saat sedang kondisi di perjalananan.
  8. Hamba sahaya : Merupakan budak atau orang yang ingin dirinya memerdekakan.
Baca Juga:  Aqidah Islam : Pengertian, Dasar dan Tujuannya

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Zakat : Jenis, Hukum Memberi, dan Penerima Hak dari kami. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda. sekian dan terima kasih.