Pungutan Liar (Pungli) : Pengertian, dan Faktor Penyebabnya

Posted on

Pungutan Liar (Pungli) : Pengertian, dan Faktor Penyebabnya – Para pembaca yang saya banggakan, sering kali kita mendengar istilah-istilah dalam kehidupan sehari namun kita belum tahu arti istilahnya itu, salah satunya yaitu seperti istilah pungli. Nah maka dari itu pada kesempatan ini Studi News akan menjelaskan mengenai apa itu pungli yang akan di bahas secara lengkap.

Pungutan Liar (Pungli) : Pengertian, dan Faktor Penyebabnya

Mari kita bahas pengertian pungli terlebih dahulu

Pengertian Pungutan Liar (Pungli)

Pungli atau kepenjangan dari Pungutan liar yaitu suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang maupun Pegawai Negeri atau Pejabat Negara yang mana ia meminta pembayaran sejumlah uang yang tidak sesuai atau tidak berdasarkan dengan peraturan yang berkaitan dengan pembayaran tersebut.

Faktor Penyebab Pungutan Liar (Pungli)

  • Menyalahgunakan Wewenang – Kewenangan atau jabatan seseorang dapat melakukan suatu pelanggaran disiplin oleh pelaku yang melakukan kegiatan pungli.
  • Faktor Mental – Karakter maupun perilaku dari seseorang dalam bertindak serta melakukan kontrol kepada dirinya sendiri.
  • Faktor Ekonomi – Penghasilna yang bisa dabilang tidak dapat untuk mencukupi keperluan hidup yang tidak berbanding dengan tugas maupun jabatan yang dijalankan oleh seseorang yang  menjadikan untuk terdorongnya dalam melakukan pungli.
  • Faktor Kultural dan Budaya Organisasi – Budaya yang terdapat pada sebuah lembaga yang berjalan secara terus menerus terhadap pungutan liar serta penyuapan dapat menjadi sebab untuk terjadinya pungutan liar menjadi hal yang biasa.
  • Terbatasnya sumber daya manusia
  • Lemahnya sistem yang mengotrol dan mengawasi dari atasan.

Tindak Pidana Pungutan Liar (Pungli)

1. Pasal 368 KUHP

Barang siapa yang bermaksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain yang dilakukan secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan maupun dengan ancaman kekerasan guna memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian yang merupakan  milik orang lain atau agar memberikan hutang atau menghapus piutang, diancam, karena pemerasan, akan terkena ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

2. Pasal 415 KUHP

Seorang pegawai negeri atau orang lain yang bertugas dalam menjalankan suatu jabatan umum terus-menerus atau untuk sementara waktu yang sengaja melakukan penggelapan uang maupun surat-surat berharga yang disimpan karena jabatannya atau membiarkan uang atau surat berharga tersebut diambil atau digelapkan oleh orang lain atau menolong sebagai pembantu untuk melakukan perbuatan tersebut, maka hal tersebut akan terkena ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

3. Pasal 418 KUHP

Seorang pegawai negeri yang menerima hadiah maupun sebuah janji padahal diketahui atau sepatutnya harus diduganya, bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan sebab kekuasaan maupun kewenangan yang ada hubungannya dengan jabatannya atau menurut pikiran orang memberi hadiah atau janji itu berhubungan dengan jabatannya maka akan diancam pidana penjara paling lama enam bulan atau pidana denda banyak empat ribu lima ratus rupiah.

4. Pasal 423 KUHP

Pegawai negeri yang bermaksud untuk mengutungkan diri sendiri maupun untuk orang lain secara melawan hukum dan menyalahgunakan kekuasaannya untuk memaksa orang lain guna menyerahkan sesutau melakukan suatu pembayaran, melakukan pemotongan kepada suatu pembayaran atau melakukan suatu pekerjaan untuk keuntunga pribadi, maka akan dipidana penjara selama-lamanya enam tahun.

Pungutan Liar (Pungli) : Pengertian, dan Faktor Penyebabnya

Kejahatan Pungutan Liar (Pungli) Bisa Dijerat

1. Tindak Pidana Penipuan

Penipuan dan pungutan liar merupakan suatu tindak pidana dimana terdapat unsur-unsur yang sama serata saling berhubungan, antara lain guna menguntungkan diri sendiri maupun orang lain secara melawan hukum dengan rangkaian kebohongan untuk diri sendiri atau suapaya orang lain ini menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya.

2. Tindak Pidana Pemerasan

Penipuan dan pungutan liar yaitu suatu tindak pidana diamana terdapat unsur-unsur yang sama dan saling berhubungan, yang diantaranya untuk keuntungan pribadi atau orang lain yang dilakukannya secara melawan hukum dengan rangkaian kekerasan atau dengan ancaman supaya orang lain dapat menyerahkan barang atau sesuatu kepadanya.

3. Tindak Pidana Korupsi

Tindak pidana korupsi berkaitan erat dengan kajahatan jabatan, sebab rumusan pada pasal 415 pasal penggelapan dalam KUHP diadopsi oleh UU No. 31 tahun 1999 yang kemudian diperbaiki oleh UU No. 20 tahun 2001, yang dimuat dalam pasal 8.

Demikianlah penjelasan mengenai Pungutan Liar (Pungli) : Pengertian, dan Faktor Penyebabnya. Semoga artikel ini bermaat dan menjadi wawasan untuk anda. Terima kasih.