Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Posted on

Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya – Apakah kalian pernah mendengan istilah tradisi ? Lantas apakah itu tradisi ? Pada kesempatan kali ini Studi News akan menjelaskan mengenai tradisi yang akan di bahas secara lengkap. Mari simak pembahasan berikut.

Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Mari kita bahas bersama mengenai pengertian tradisi terlebih dahulu.

Pengertian Tradisi

Kata tradisi sendiri berasal dari kata “Traditium” yang mana pada dasarnya memiliki arti semua sesuatu yang di warisi dari masa lalu.

Tradisi yaitu hasil cipta dan karya dari manusia sebagai objek material, keyakinan, serta imajinasi, insiden, atau lembaga yang mana di wariskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya.

Tujuan Tradisi

Agar hidup manusia kaya akan budaya serta nilai bersejarahdan supaya kehidupan menjadi lebih harmonis.
Suapaya semua orang dapat saling menghargai, menghormati serta menjalankan tradisi dengan baik dan benar yang mana sesuai dengan aturan yang sudah ada.

Fungsi Tradisi

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari tradisi diantaranya yaitu

1. Penyedia Fragmen Warisan Historis

Sebagai penyedia fragmen warisan historis yang dapat kita pandang yang bermanfaat. Tradisi yang seperti suatu gagasan atau material yang dapat dipergunakan orang dalam melakukan tindakan saat ini dan sebagai pembangun masa depan dengan dasar pengalaman masa lalu.

Misalnya sepertia peran yang harus diteladani yaitu pada tradisi kepahlawanan, kepemimpinan karismatis dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  √ Pengertian Kelompok Sosial, Ciri, Jenis dan Contohnya (Lengkap)

2. Memberikan Legitimasi Pandangan Hidup

Sebagai pemberi legitimasi terhada pandangan hidup, serta keyakinan, pranata dan aturan yang sebelumnya sudah ada.

Semuanya ini memerlukan pppembenahan supaya dapat mengikat anggotanya. Seperti dalam wewenang seorang raja yang disahkan oleh tradisi dari seluruh dinasti terdahulu.

3. Menyediakan Simbol Identitas Kolektif

Menyediakan suatu simbol identitas kolektif yang meyakinkan, sehingga dapat memperkuat loyalitas primodial kepada bangsa, serta komunitas dan juga kelompok. Seperti dalam tradisi nasional dengan lagu, bendera, emblem, mitologi dan ritual pada umumnya.

4. Sebagai Tempat Pelarian

Agar bisa membantu sebagai tempat pelarian dari keluhan atau ketidakpuasan serta kekecewaan dalam kehidupan modern.

Tradisi yang mengesankan terhadap masa lalu yang lebih bahagian serta menyediakan sumber pengganti kebangaan apabila masyarakat sedang dalam keadaan kritis.

Tradisi kedaulatan serta kemerdekaan pada masa lalu dapat membantuk suatu bangsa guna bertahan hidup pada saat berada dalam penjajahan.

Tradisi kehilangan kemerdekaan, cepat atau lambat juga akan merusak sistem tirani maupun kediktatoran yang tidak berkurang pada masa kini.

Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya

Contoh Tradisi

Berikut adalah beberapa contoh dari tradisi

1. Dugderan

Dugderan merupakan salah satu tradisi ini yang ada di Semarang dan berupa seperti pasar malam. Para pedagang menjual berbagai dagangannya, seperti mainan anak sampai pakaian.

Tak hanya itu terdapat juga bentuk hiburan seperti komedi putar. Dugderan sendiri yaitu gabungan dari 2 kata yaitu “Dug” (suara bedug) serta “der” (suara meriam).

Bedug dan meriam pada jaman dulu berfungsi sebagai penanda datangnya bulan suci ramadhan. Dugderan umumnya dimulai seminggu sebelum puasa dan berakhir pada satu hari menjelang puasa dimulai.

2. Balimau

Pada masyarakat Sumatera Barat juga terdapat tradisi dalam menyambut bulan suci ramadhan yaitu tradisi balimau. Balimau dalam bahasa Minangkabau artinyati mandi yang disertai dengan keramas.

Baca Juga:  Akulturasi : Pengertian, Jenis, Dampak, dan Faktornya

Tradisi balimau merupakan lambang dari pembersihan diri sebelum mulai menunaikan ibadah puasa. Balimau juga dilaksanakan dengan cara beramai-ramai.

Balimau bisa dilakukan di sungai, danau maupun kolam. Siapapun boleh mengikuti tradisi tersebut, dari yang mudah sampai yang tua, laki-laki ataupun perempuan.

3. Makan Kue Apem

Makan kue apem yaitu salah satu sebagai penanda datangnya bulan puasa yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Surabaya. Nama kue apem sendiri diyakini berasal dari kata “afwan” dari bahasa Arab yang artinya Maaf.

Jadi secara simbolis makan kue apem juga bisa diartikan untuk memohon maaf kepada keluarga, sanak saudara, dan juga teman.

Setelah memakan kue apem orang-orang pada berkumpul serta bersalam-salaman saling meminta maaf dan dilanjutkan dengan tahlilan.

4. Sambatan

Sambatan merupakan kegiatan gotong royong dalam melakukan pembuatan rumah yang dilakuan oleh para warga sekitar tanpa diberi upah, melainkan hanya diberi makan saja.

5. Bacakan

Bacakan adalah kegiatan syukuran apabila sedang mendapatkan rezeki lebih atau ketika sedang membei barang baru(motor,mobil,dan lain sebagainya). Pada umunya memasak nasi yang selanjutnya ditaruh diatas nampan yang telah dialasi edngan daun pisang.

Dan selanjutnya mengundang para tetangga agar datang kerumah serta makan nasi tersebut secara bersama.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai Tradisi : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contohnya dari Studi News. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan bagi para pembaca. Terima Kasih.