√ Pengertian Angin, Sifat, Jenis-jenis dan Faktor Terjadinya

Posted on

Pengertian Angin, Sifat, Jenis-jenis dan Faktor Terjadinya – Pada kesempatan ini Studi News akan membahas tentang Angin. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian angin, sifat, jenis, dan faktor terjadinya angin dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Pengertian Angin, Sifat, Jenis-jenis dan Faktor Terjadinya

Angin merupakan udara yang bergerak akibat dari rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara yang ada di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat yang bertekanan udara tinggi ke tepat yang bertekanan udara rendah.

Proses Terjadinya Angin

Jika dipanaskan, udara akan memuai. Udara yang telah memuai akan menjadi lebih ringan sehingga naik. Jika hal ini terjadi, tekanan udara akan turun karena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya akan mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi.

Udara yang menyusut menjadi lebih berat dan akan turun ke tanah. Di atas tanah udara akan menjadi panas lagi dan naik kembali.Aliran naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini disebut konveksi.

Faktor Terjadinya Angin

Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab angin terjadi antara lain sebagai berikut:

Gradien Barometris

Gradien Barometris ialah bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya maka akan makin cepat tiupan anginnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Ilmu Biologi, Fungsi, Manfaat, Ciri & Cabangnya (Lengkap)

Lokasi

Lokasi mempengaruhi kecepatan angin, di dekat khatulistiwa angin akan lebih cepat daripada angin yang jauh dari garis khatulistiwa.

Tinggi Lokasi

Jika lokasi angin semakin tinggi maka semangin kencang pula angin yang bertiup. Hal ini dikarenakan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di permukaan bumi, gunung, pohon serta topografi yang tidak rata lainnya akan memberikan gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat maka gaya gesekan ini semakin kecil.

Waktu

Waktu sangat bepengaruh dalam pergerakan angin. Angin akan bergerak lebih cepat pada siang hari, sebaliknya terjadi pada malam hari.

Sebenarnya yang kita lihat saat angin berhembus merupakan partikel-partikel ringan seperti debu yang terbawa bersama angin. Angin hanya bisa kita rasakan hembusannya karena kita mempunyai indra perasa, yakni kulit, sehingga kita dapat merasakannya.

Pengertian Angin Sifat Jenis-jenis dan Faktor Terjadinya

Sifat-Sifat Angin

Sifat angin antara lain sebagai berikut:

  • Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang melawan arah angin tersebut.
  • Angin mempercepat pendinginan dari benda yang bersuhu panas.
  • Kecepatan angin sangat berbeda dari tempat ke tampat lain, dan dari waktu ke waktu.

Kecepatan Angin

Kecepatan angin ini ditentukan oleh perbedaan tekanan udara, antara tempat asal dan tujuan angin serta resistensi medan yang dilaluinya.

Jenis-Jenis Angin

Terdapat beberapa jenis angin yang perlu anda ketahui, yaitu:

Angin laut dan Angin Darat

Angin Laut

Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat, angin ini umumnya terjadi pada saat siang hari dari pukul 09.00 (sembilan pagi) hingga pukul 16.00 (empat sore). Angin ini dapat dimanfaatkan oleh para nelayan untuk kembali pulang dari menangkap ikan di laut.

Angin Darat

Baca Juga:  √ Metode Ilmiah : Pengertian, Unsur, Kriteria dan Langkahnya

Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut, angin ini umumnya terjadi pada saat malam hari, dari jam 20.00 (delapan malam) hingga dengan 06.00 (enam pagi). Angin ini dapat dimanfaatkan oleh para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahu dengan bertenaga angin sederhana.

Angin Lembah dan Angin Gunung

Angin Lembah

Angin Lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah menuju ke puncak gunung yang biasanya terjadi pada saat siang hari.

Angin Gunung

Angin Gunung adalah angin yang bertiup dari arah puncak gunung ke lembah gunung yang biasanya terjadi pada saat malam hari.

Angin Fohn

Angin Jatuh atau Angin Fohn adalah angin yang terjadi seusai hujan Orografis. Angin ini bertiup pada suatu wilayah dengan temperatur & kelengasan yang berbeda.

Angin Fohn ini terjadi karena adanya gerakan massa udara yang naik pegunungan yang mempunyai tinggi lebih dari 200 meter, naik di satu sisi lalu dan turun melalui sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat panas dan kering, karena uap air di buang saat hujan orografis tadi.

Dan biasanya angin ini bersifat panas merusak dan bisa menimbulkan korban. Tanaman yang terkena angin ini dapat mati dan bahkan jika manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubunya terhadap serangan penyakit.

Angin Muson

Angin muson atau biasa juga disebut sengan angin musim ialah angin yang berhembus secara periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang 1 (satu) dengan periode yang lain, polanya akan berlawan yang berganti arah secara berlawanan setiao setengah tahun.

Angin Muson sendiri terbagi atas dua macam, yaitu sebagai berikut :

Baca Juga:  √ Pengertian Awan, Proses dan Jenisnya (Pembahasan Terlengkap)

Angin Muson Barat

Angin Musim/Muson Barat ialah angin yang mengalir dari benua Asia (musim dingin) ke Benua Australia (musim panas) & mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian barat, hal ini dikarenakan angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan serta samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan. Angin ini terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari, dan maksimal pada bulan januari dengan Kecepatan Minimum 3 m/s.

Angin Muson Timur

Angin Musim/Muson Timur ialah angin yang mengalir dari Benua Australia (musim dingin) ke Benua Asia (Musim panas) sedikit curah hujan (kemarau), biasanya terdapat di Indonesia bagian timur karena angin melewati celah-celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang mengakibatkan Indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan juni, juli & Agustus, dan maksimal pada bulan juli.

Alat Untuk Mengukur Angin

Dibawah ini adalah alat untuk mengukur angin antara lain sebagai berikut :

  • Anemometer adalah alat yang mengukur kecepatan angin.
  • Wind Vane adalah alat untuk mengetahui arah angin.
  • Windsock adalah alat untuk mengetahui arah angin serta memperkirakan besar kecepatan angin, yang biasanya banyak ditemukan di bandara-bandara.

Demikian penjelasan singkat tentang Pengertian Angin, Sifat, Jenis-jenis dan Faktor Terjadinya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan Anda. Terima kasih.