√ Teknik Dasar Lompat Tinggi yang Baik dan Benar (Lengkap)

Posted on

Teknik Dasar Lompat Tinggi yang Baik dan Benar – Pada kesempatan ini Studi News akan membahas tentang Teknik Lompat Tinggi. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan beberapa teknik dasar lompat tinggi dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan berikut ini.

Teknik Dasar Lompat Tinggi yang Baik dan Benar

Lompat tinggi adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat dengan melakukan tolakan untuk mendapatkan lompatan setinggi-tingginya. Lompat tinggi memiliki 4 gaya, dimana setiap gaya dibedakan saat melayang diudara dan melewati mistar penghalang. Keempat gaya tersebut yaitu gaya straddle, gaya gunting, gaya guling sisi dan gaya flop.

Pada dasarnya teknik dasar lompat tinggi hampir sama dengan teknik dasar lompat jauh. Dimana teknik dasar dalam lompat tinggi terbagi menjadi 4, yaitu teknik awalan, teknik tolakan, teknik saat melayang diudara dan teknik mendarat.

Pada lompat tinggi mengandalkan kekuatan tumpuan otot kaki untuk menghasilkan lompatan yang setinggi-tingginya. Sebelum anda melakukan lompat tinggi, anda perlu mempelajari keempat teknik dasar tersebut. Berikut ini adalah penjelasan mengenai teknik dasar lompat tinggi.

  1. Teknik Awalan Lompat Tinggi

Teknik awalan adalah salah satu kunci awal keberhasilan anda untuk melakukan lompat jauh. Pada Awalan Lompat tinggi, anda juga harus melakukan lari untuk selanjutnya melakukan tumpuan untuk menghasilkan lompatan yang maksimal. Namun kecepatan lari saat lompat tinggi tidak secepat teknik awalan lompat jauh. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan teknik awalan pada lompat tinggi:

Baca Juga:  √ Pengertian ASN (Aparatur Sipil Negara), Jabatan, Hak dan Kewajibannya

Sudut Awalan dan Titik Awalan Harus tepat

Titik awalan adalah titik dimana anda berdiri untuk memulai melakukan awalan. Pada setiap gaya terdapat sudut titik awalan yang berebeda untuk memaksimalkan lompatan. Berikut adalah sudut yang bisa diambil yang disesuaikan dengan gaya lompat tinggi yang akan dilakukan.

  • Gaya Straddle, sudut awalan antara 30 hingga 35 derajat.
  • Gaya gunting, sudut awalan antara 40 hingga 50 derajat.
  • Gaya Guling sisi, sudut awalan kurang lebih 40 derajat.
  • Gaya Flop, sudut awala antara 70 hingga 85 derajat, meskipun pada tiga langkah sebelum melakukan tumpuan sudut lari mengicil menjadi antara 30 hingga 40 derajat. Pastikan untuk mendapatkan sudut terbaik sesuai dengan gaya yang akan anda lakukan.

Kaki tumpuan

Arah dari awalan tergantung dari kaki yang akan anda gunakan untuk melakukan tumpuan.

Karena sudut yang dipakai dari tiap gaya juga berbeda sehingga anda juga harus mengetahui kaki mana yang terkuat dan juga disesuikan dengan teknik lompaatanya. Jika kaki kanan anda yang akan digunakan untuk melakukan tolakan, anda bisa mengambil start dari sisi kanan juga.

Berlari cepat

Berbeda dengan teknik lompat jauh, dimana harus berlari cepat untuk mendapatkan lompatan yang jauh, pada teknik lompat tinggi kecepatan saat berlari bukanlah kunci untuk mendapatkan lompatan yang tinggi. Hal ini bahkan malah mendorong tubuh anda kedepan, sehingga mempersulit untuk melakukan tolakan. Langkah kaki ketika melakukan awalan adalah diawali dengan berlari pelan untuk selanjutnya dipercepat dengan wajar.

Lompatan

Biasanya langkah yang dilakukan dalam melakukan awalan dalam lompat tinggi adalah antar 9 hingga 15 langkah.

  1. Teknik Tolakan Lompat Tinggi

Untuk melakukan tumpuan bisa menggunkan kaki yang paling kuat dan harus pada titik tolakan. Titik tolakan atau titik tumpuan adalah titik dimana tempat untuk melakukan tolakan agar bisa melompat melewati mistar.

Setelah melakukan awalan dengan berlari, anda sudah bisa memprediksi kaki mana yang akan jatuh pada kaki tumpuan. Untuk melatihnya, anda bisa mengulangi latihan dalam menentukan jumlah langkah dan juga jatuh kaki saat berada di titik tumpuan. Titik awalan yang baik adalah ketika melakukan lompatan, titik tertinggi tepat ketika melayang diatas mistar.

Baca Juga:  √ Pengertian Adat Istiadat, Jenis, Bentuk, Kriteria dan Contohnya

Jika titik tumpuan terlalu jauh, maka tinggi maksimal lompatan maksimal, dan ketika turun dari lompatan bisa menyenruh mistar. Jika titik tumpuan terlalu dekat, mistar bisa tersentuh saat akan melayang diudara.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan tolakan:

  • Badan ditumpukan pada kaki bagian bawah dengan menekukan kaki dengan sudut sekitar 130 hingga 160 derajat, sehingga tolakan yang dihasilkan besar.
  • Ketika akan melakukan tumpuan, condongkan badan agak kebelakang, kecuali jika melakukan gata flop, jangan condongkan badan ke belakang.
  • Lakukan tumpuan dengan kuat dan cepat, sehingga menghasilkan tenaga tolakan (daya ledak) yang besar.
  • Ketika melakukan tumpuan, lakukan dengan menggunakan bagian tumit terlebih dahulu, kemudian diteruskan dengan seluruh telapak kaki dan ujung kaki. Tumpuan kaki usahakan lurus dari lutut hingga ujung kaki.
  • Ketika melakukan tumpuan, ayunkan lengan serentak untuk menambah daya dorong.
  1. Sikap Badan Saat Melayang Diatas Mistar

Sikap badana ketika melayang diatas mistar ditentukan oleh masing-masing gaya yang digunakan. Jadi sikap saat melayang diudara menentukan gaya yang digunakan dalam melakukan lompat tinggi.

Berikut merupakan teknik dasar saat melayang diatas mistar dari masing-masing gaya lompat tinggi.

Lompat Jauh Gaya Straddle

Gaya Stradle digunakan pertama kali oleh Charlers Dumas. Untuk melakukan gaya straddle posisi badan saat diatas mistar adalah dengan tengkurap, dan ketika turun segerakan kaki untuk diposisikan lurus kebawah. Untuk menghasikan lompatan yang tinggi, otot perut juga diperlukan untuk mengangkat tubuh saat melayang diudara.

Lompat Jauh Gaya Gunting

Ada dua gaya gunting dalam lompat tinggi, yaitu gaya gunting klasik yang kemudian disempurnakan oleh micahel Sweeney. Pada gaya gunting klasik lompatan dilakukan dengan memakai gaya jongkok dimana tubuh diposisikan di depan mistar.

Baca Juga:  √ Pengertian Birokrasi, Karakteristik, Fungsi dan Perannya (Lengkap)

Sedangkan Sweeney mengubah sedikit dari gaya yang sudah ada yaitu awalan dialakukan dengan tubuh berada pada posisi di samping mistar. sehingga posisi tubu sejajar atau miring dengan mistar.

Lompat tinggi gaya guling sisi

Gaya guling sisi juga dikenal dengan gaya western roll, dimana untuk melakuknanya dari samping misatar. Kemudian setelah tubuh terngkat keatas dengan keadaan telentang dan mencapai mistar, tubuh dimiringkan kesisi lain tolakan untuk segera melakuka pendaratan. Namun, ketika melakukan gaya ini, kepala berada lebih rendah daripada pinggul dan gaya ini juga pernah dilarang dalam perlombaan lompat tinggi.

Lompat tinggi gaya flop

Gaya Flop atau juga dikenal dengan Fosbury Flop, diciptakan oleh dick ricarod Fsobury yang berasal dari Amerika Serikat. Gaya ini merupakan gaya yang cukup sulit dilakukan oleh pemula.

Karena untuk melakukan lompatan, tubuh harus membelakangi mistar, kemudian melewati mistar dengan memakai punggung. Sehingga gaya ini mirip dengan salto, dengan berbalik dan menggunakan punggung sebagai tumpuan ketika melewati mistar.

Teknik Dasar Lompat Tinggi yang Baik dan Benar

  1. Teknik mendarat lompat tinggi

Teknik mendarat dalam melakukan lompat tinggi, bukanlah sesuatu hal yang menentukan dalam perlombaan lompat tinggi. Karena inti dari lompat tinggi adalah melompat  setinggi-tingginya, tanpa menyentuh atau bahkan menjatuhkan mistar. Jadi setelah atlet melewati mistar, hasil dari lommpat tinggi sudah terlihat.

Dalam melakukan pendaratan, disesuaikan dengan gaya yang digunakan. Usahakan untuk menggunakan tumpuan kaki dan melakukan gerakan anti klimaks yang mirip dengan gaya pegas pada kaki. Dan lakukan dengan sadar, sehingga tidak terjadi cidera saat melakukan lompat tinggi.

Demikian penjelasan tentang Teknik Dasar Lompat Tinggi yang Baik dan Benar (Lengkap). Semoga bermanfaat. Terimakasih.