√ Macam Tumbuhan Pemakan Serangga yang Ada Di Dunia

Posted on

Macam Tumbuhan Pemakan Serangga yang Ada Di Dunia – Pada kesempatan ini Studi News akan membahas tentang Tumbuhan Pemakan Serangga. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan beberapa macam tumbuhan pemakan serangga yang ada di seluruh dunia dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel berikut ini.

Macam Tumbuhan Pemakan Serangga yang Ada Di Dunia

Kambing makan rumput, Ulat makan daun, kelelawar makan buah-buahan, panda makan bambu. Semua Itu adalah hal yang biasa dalam rantai makanan. Namun pernahkah mendengar, ada tumbuhan yang bisa memakan hewan?

Tak seperti tumbuhan lain yang memperoleh makanan lewat fotosintesis. Mereka membutuhkan protein dari hewan untuk tetap hidup. Sering kali seranggalah yang menjadi korban oleh tumbuhan ini. Namun terkadang hewan yang lebih besar seperti kadal dan mamalia pun tak luput dari perangkap mereka.

Tumbuhan Pemakan Serangga

Berikut ini adalah tumbuhan pemakan serangga, antara lain sebagai berikut:

  • Aldrovanda Vesicula

Di Indonesia terdapat tanaman dikenal dengan kincir air, berkembang dengan sangat cepat hingga 4 sampai 9 mm per hari. Aldrovanda Vesicula mempunyai batang berukuran kurang lebih 6 sampai 11 cm yang mengembang diatas permukaan air. Tanaman ini tidak memiliki akar seperti tanaman pada umumnya. Ia memiliki perangkap yang terdiri dari dua lobus yang terbuka mirip seperti jebakan pada tanaman venus flytrap. Bedanya ukurannya lebih kecil dan berada dalam air.

Aldrovanda Vesicula

Saat invertebrata kecil masuk ke celah diantara dua lobus maka bisa dipastikan ia tidak akan selamat. Karena perangkapnya hanya membutuhkan waktu 10 milidetik untuk menutup dan memakan.

  • Brocchinia Reducta

Brocchinia Reducta, tanaman ini tersebar di Guyana, Kolombia, Venezuela selatan dan Brazil. Brocchinia Reducta banyak ditemukan dan tumbuh pada tanah yang tidak subur.

Tanaman yang satu ini dikenal sebagai tanaman yang cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Tidak jarang tanaman Brocchinia Reducta dapat hidup diatas batu dan akarnya digunakan sebagai penopang.

Jebakan pada tanaman Brocchinia Reducta dapat memantulkan sinar UV dan dapat menjadi umpan yang bagus. Karena banyak serangga yang tertarik dengan sinar UV. Permukaannya yang licin menyebabkan serangga yang mendarat akan langsung meluncur tergelincir lalu tenggelam di area perangkap yang berisi cairan.

  • Byblis

Tanaman Byblis yang berasal dari Australia Barat, memiliki lima benang sari pada tiap bunganya. Penampilannya yang begitu menarik membuatnya disebut tanaman pelangi.

Baca Juga:  √ Pengertian Tumbuhan Berbiji, Klasifikasi dan Manfaatnya

Permukaan daunnya tertutup oleh kelenjar rambut yang menghasilkan zat yang lengket yang membuat serangga dapat terperangkap. Serangga akan mati karena kelelahan setelah mencoba untuk melarikan diri. Setelah itu baru Byblis akan menyerap nutrisi serangga yang sudah mati tersebut.

  • Cephalotus

Cephalotus adalah tanaman pemakan serangga yang lain. Karena Cephalotus hanya memiliki satu jenis daun. Cephalotus mempunyai dua tipe daun yang berbeda. Satu daun yaitu daun biasa dan yang satunya lagi adalah daun perangkap atau pitcher yang bentuknya sama dengan pemakan lainnya.

Cephalotus
Cephalotus

Pada pintu masuk perangkap terdapat duri yang bentuknya sangat simetris. Sehingga memungkinkan serangga untuk masuk dengan mudah akan tetapi serangga itu tidak bisa keluar lagi. Serangga yang sudah masuk akan langsung dicerna dengan diambil nutrisinya.

  • Darlingtonia Californica

Darlingtonia Californica adalah tanaman pemakan serangga yang hidup pada daerah pasir bergambut, rawa – rawa atau pinggiran sungai. Darlingtonia Californica tersebar dikawasan California utara dan di Oregon AS.

Daunnya mirip ular dan sering disebut dengan cobra lily. Pintu jebakannya mirip dengan taring dan terdapat rongga udara di dalamnya. Rongga udara itu akan mengeluarkan aroma yang khas yang dapat menarik perhatian mangsa. Pada saat masuk ke dalam perangkap maka serangga itu tidak akan bisa untuk keluar lagi.

Jika ia hidup dalam alam liar yang banyak terkena sinar matahari. Maka Darlingtonia Californica akan memiliki banyak warna akan tetapi jika dibudidayakan maka warnanya akan tetap hijau.

  • Drosera

Drosera tersebar disemua benua kecuali di daerah Antartika dengan berbagai ukuran. Tanaman Drosera terbagi dalam 194 spesies tanaman yang berbeda dan membuatnya menjadi tanaman pemakan serangga dengan marga yang terbesar.

Drosera lebih dikenal dengan nama Sundews. Semua spisies dari jenis ini bisa menggerakan tentakel mereka. Tentakel mereka sangat sensitif saat terjadi kontak dengan serangga. Tentakelnya sangat lengket dan mengandung cairan yang manis. Cairan itu yang akan membawa mangsa masuk dalam pusat daun untuk di cerna.

Drosera memiliki akar hingga 15 centimeter dan termasuk akar yang sangat panjang untuk tanaman pemakan serangga. Fungsi akarnya berbeda dalam setiap spesiesnya.

Baca Juga:  √ Pengertrian Air, Sumber, Sifat, Fungsi dan Manfaatnya (Lengkap)
  • Genlisea

Habitat dari Genlisea adalah di daerah yang sangat basah. Tanaman ini sering disebut dengan nama tanaman pembuka botol. Mempunyai dua jenis daun yang fungsinya berbeda pada genlisea. Satu daun dibawah tanah seperti akar dan daun itu akanmenghisap air dan zat hara dari dalam tanah dan menangkap protozoan.

Daun lainnya dipermukaan tanah untuk memancing mangsa agar masuk dalam jebakan. Sistem perangkapnya adalah perangkap lobster yaitu perangkap yang akan memudahkan serangga untuk masuk akan tetapi hampir tidak bisa untuk kembali keluar.

  • Heliamphora

Heliamphora adalah tanaman pemakan serangga yang tinggal pada bagian tinggi di gunung di Brazil, Venezuela dan Guyana. Heliamphora yaitu tanaman kecil yang bisa tumbuh subur pada dataran tinggi pegunungan. Karena mendapat sinar matahari yang cukkup setiap hari.

Heliamphora

Daunnya berbentuk corong atau tabung berguna untuk menarik perhatian serangga ketika menjebaknya. Setelah serangga terjebak maka enzim dalam heliamphora akan mencerna mangsa dan menyebarkan nutrisinya ke semua bagian tanaman.

  • Nepenthez

Nepenthez atau yang sering kita kenal dengan nama kantong semar. Tersebar di berbagai negara seperti Sri Langka, Madagaskar, India, Australia, filipina, Malaysia, Cina Selatan dan Indonesia, yakni daerah yang memiliki kadar nitrogen yang sangat sedikit. Nepenthez banyak ditemukan di kalimantan dan Sumatera.

Daunnya yang berbentuk tabung berlubang diatasnya, dari rongga daun itu keluar aroma harum yang menarik serangga. Permukaan daunnya yang licin membuat serangga yang mendarat akan langsung tergelincir ke dlam pusat daun. Serangga yang masuk tidak akan bisa keluar lagi karena terdapat enzim yang akan mencerna serangga itu.

  • Pinguicula

Tanaman ini hanay dapat menjebak serangga yang memiliki sayap lebar atau serangga kecil. Bentuk daunnya yang unik dan terlihat sangat segar dan bagus untuk menjadi umpan karena menarik perhatian serangga.

Serangga yang hinggap pada daun tidak akan bisa bergerak lagi karena Pinguicula memiliki daun yang dilapisi oleh cairan lengket yang dihasilkan dari sel tubuh mereka.

Setelah etrjebak maka Pinguicula atau yang sering dikenal dengan butterwirt akan mengeluarkan cairan pencernaan dari sel tubuh yang lain. Nutrisi yang terserap dari serangga akan didistribusikan ke seluruh tubuh.

Pinguicula tersebar di banyak daerah seperti pada Amerika tengah, Amerika Selatan, eropa dan Asia. Akan tetapi beberapa spesies dari tanaman ini terancam punah karena habitat mereka mengalami kerusakan karena ulah manusia.

  • Sarracenia

Tanaman ini berbentuk corong yang atasnya berlubang, memiliki tudung daun yang berfungsi untuk melindungi dari air agar tidak masuk saat hujan. Sarracenia menghasilkan bau harum dan warna ujung daun yang mencolok, dua faktor itu yang memancing serangga untuk datang.

Baca Juga:  √ Pengertian Lumut Bryophyta, Ciri, Klasifikasi dan Contohnya

Karena tepi daunnya yang licin maka serangga yang hinggap akan langsung terpeleset kedalam lalu tudung daun akan menutup sehingga serangga tidak akan bisa keluar. Di dalam serangga akan dicerna dengan enzim khusus yang bernama protease.

  • Utricularia

Utricularia terdiri dari 220 spisies dan tiap spesies memiliki perangkap yang berbeda ukuran, mulai dari 0,2 cm sampai 1,2cm namun memiliki bentuk yang sama yakni kantong bulat. Meski ukurannya kecil namun jebakan yang dimiliki oleh Utricularia sangat berbahaya bagi serangga karena permukaannya sangat sensitif saat mangsa hinggap kantong akan terbuka dan serangga akan langsung masuk dlam jebakan bersama air.

Bila air sudah penuh kantong akan menutup lagi dan tidak akan ada kesempatan bagi mangsa untuk keluar, prosesnya sangat cepat hanya 10 sampai 15 mili detik saja. Utricularia juga dikenal dngan nama bladderwort bisa memakan kecebong, larva nyamuk, katak, kutu dan kumbang air, akan tetapi makanan utamanya adalh rotiferae dan protozoa.

Macam Tumbuhan Pemakan Serangga yang Ada Di Dunia

  • Venus Flytrap

Nama latin dari Venus Flytrap yaitu dioneae muscipula, hidup di daerah subtropis. Venus Flytrap banyak ditemukan di North carolina Amerika Serikat.

Bentuknya unik dengan dua daun yang mempunyai engsel terbuka dan dikelilingi oleh bulu halus yang berfungsi sebagai jebakan.

Venus Flytrap akan mengeluarkan aroma untuk menarik mangsanya dan warna yang mencolok di dalam bagian daun. Saat mangsa menyentuh bulu halus disekitar daun maka tak sampai sedetik kedua daunnya akan tertutup dan akan mencengkram mangsanya.

Cairan yang terdapat didalam daun akan mencerna mangsa hingga hancur dan nitrogend ari mangsa akan disebar ke semua bagian tanaman.

Demikian penjelasan tentang Macam Tumbuhan Pemakan Serangga yang Ada Di Dunia. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.